Kepala MTsN 1 Kota Ikut Rakor Guna Membahas Pelaksanaan PTMT di Madrasah

Dalam rangka pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ditengah pandemic Covid-19, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo, Karjianto mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) pada Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo dengan para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten/Kota, para Kepala Madrasah lainnya dan Pengawas Madrasah se-Gorontalo bertempat di aula Kanwil Kemenag Provinsi, Rabu (15/09/2021).

Kepala MTsN 1 Kota Ikut Rakor Guna Membahas Pelaksanaan PTMT di Madrasah
Kepala MTsN 1 Kota, Karjianto saat mengikuti Rakor terkait pelaksanaan PTMT di madrasah.

Kepala MTsN 1 Kota, Karjianto yang turut hadir dalam Rakor tersebut, kepada awak Humas madrasah menyampaikan bahwa yang menjadi pokok bahasan dalam Rakor tak lain adalah kesiapan madrasah jelang pelaksanaan pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

“Mengutip apa yang disampaikan oleh Kakanwil, PTMT bisa dilaksanakan yang penting pihak madrasah tetap memberlakukan protokol kesehatan akrena mengingat masih dalam suasana pandemic Covid-19. Selain itu pula para siswa dan guru yang ada di madrasah sudah melakukan vaksin,” ungkapnya.

Lanjut pria yang sering di sapa Karji ini menambahkan untuk proses PTMT ini diserahkan kembali kepada masing masing satuan pendidikan dengan mengacu pada peraturan serta syarat yang ada pada Diknas atau surat keputusan menteri serta keputusan Dirjen pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI).

"Pada dasarnya kita bisa melakukan proses PTMT di madrasah, akan tetapi madrasah harus menaati peraturan yang telah di keluarkan oleh Diknas dan Dirjen Pendis Kemenag RI yang mengacu pada peraturan menteri. Hal ini untuk mengantisipasi jika sesuatu hal yang terjadi,maka madrasah mempunyai dasar didalam melaksanakan PTMT," ujarnya.

"Bahkan Kakanwil tak segan segan akan memberikan sanksi tegas kepada madrasah yang kumabal  menaati protokol kesehatan, maka tentu konsekuensinya adalah madrasah itu akan ditutup dan tak di izinkan untuk melakukan proses pembelajaran," tambahnya.