Luki Husin: Dua Peristiwa yang diperingati Bangsa Indonesia Pada Bulan Agustus

Dibulan Agustus ini, ada dua peritiwa yang diperingatan oleh Bangsa indonesia termasuk umat Islam yang saling berdekatan yakni peringatan hari kemerdekaan RI ke-76 dan peringatan hari Asyura atau 10 Muharam 1443H/2021M yang jatuh pada tanggal 19 Agustus 2021 khsuusnya bagi umat Islam. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Luki Husin Selaku Staf Humas MTsN 1 Kota Gorontalo, saat didaulat jadi Khotib pada pelaksanaan sholat Jum’at di Masjid Baiturrahim Kota, Jum’at (20/08/2021).

Luki Husin: Dua Peristiwa yang diperingati Bangsa Indonesia Pada Bulan Agustus

"Kedua peristiwa itu adalah peristiwa perjuangan menuju kemerdekaan yang hakiki.  Kemerdekaan yang di peroleh bangsa ini, perjuangan dari para pahlawan termasuk di dalamnya para ulama  yang dengan begitu ikhlas mengorbankan harta dan jiwa, demikian pula perjuangan para Nabi dan rasul dalam menyebarkan agama tauhid, menghadapi kaum kafir,” tuturnya.

“Seperti perjuangan Nabi Ibrahim yang menghadapi kaumnya bahkan berhadapan dengan penguasa saat itu yakni raja Namruz, sering juga perjuangan Nabi musa yang menghadapi kaumnya dalam menyebarkan tauhid dan juga berhadapan dengan kekuasaan fir’aun," tambahnya.

Lanjut Luki Husin mengatakan sama halNya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang harus menghadapi kaumnya bahkan keluarganya. Alhamdulillah perjuangan para Nabi Dan rasul mencapai kemenangannya para hari Asyura atau 10 Muharram,  sebagaimana para pejuang bangsa ini mencapai kemenangan yakni dengan diproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 silam.

"Risalah Baginda Nabi Muhammad SAW hadir untuk memerdekakan umat yang sedang dalam kegelapan tersebut menuju jalan cahaya yang diridhai Allah (minadh dhulumâti ilân nûr). Melalui ajaran tauhid, Nabi Muhammad menghapus semua klaim paling mulia dan berkuasa," jelas Luki Husin sembari berharap semoga dengan memperingati dua peristiwa besar ini, negara dan daerah kita akan dijauhkan dari bala dan bencana termasuk mengangkat virus covid-19 yang tentunya di baringi dengan ikhtiar menerapkan 5 M dan 1 D.