Panitia UAM MTsN 1 Kota Fasilitasi Guru Penyusun Soal dengan Komputer dan Jaringan Internet

Panitia UAM MTsN 1 Kota Fasilitasi Guru Penyusun Soal dengan Komputer dan Jaringan Internet

Kota, (kemenag.go.id) – Panitia Ujian Akhir Madrasah (UAM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo jauh-jauh hari telah mempersiapkan pelaksanaan  Ujian Madrasah  yang akan berlangsung pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 2022 mendatang. Adapun sarana dan prasarana sebagai kebutuhan utama dalam menyusun soal, melakukan pengeditan soal, serta memverifikasi soal Ujian Madrasah (UM) dan juga pembuatan kisi-kisi soal ujian, panitia juga sudah mempersiapkan beberapa komputer dengan jaringan internet. Kini Para guru akan melakukan penginputan Soal Ujian Akhir Madrasah,. Kamis (07/04/2022) kemarin.

Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo Karjianto dalam hal ini diwakili oleh Naning Antu selaku ketua panitia mengungkapkan Ujian Madrasah  diserahkan kepada satuan pendidikan, dimana ujian  madrasah  untuk MTsN 1  Kota  Gorontalo sendiri akan dilaksanakan secara online.

“Merakit soal, mengedit soal  dan membuat  kisi-kisi  soal  telah  jauh-jauh hari  dilaksanakan  oleh  guru bidang studi  yang sudah bekerja  di MGMP  dengan membuat kisi-kisi  dan  soal ujian madrasah. Saat ini para guru akan menginput soal melalui aplikasi E-Learning. Sehingganya kami selaku panitia tentu mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunjang kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Naning, E-Learning Madrasah adalah sebuah aplikasi produk madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di madrasah mulai dari Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) agar lebih terstruktur, menarik dan interaktif.

“Kami mengambil kebijakan ujian madrasah dilakukan selain dengan memanfaatkan E-Learning karena aplikasi ini sudah di gunakan oleh Madarsah sejak pembelajaran online di laksanakan selama masa pandemi Covid-19 juga bertujuan agar para peserta UM lebih mudah dalam mengerjakannya. Kami berani mengambil langkah ini karena sebagian besar siswa mempunyai telepon selular Android,” pungkasnya. (Humas)