Satgas Covid-19 MTsN 1 Kota Perketat Prokes Saat Masuk Pintu Madrasah

Semenjak di edarkannya SKB menteri tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) disekolah maupun di madrasah sejak bulan Juli kemarin Civitas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kemenag Kota serta Kanwil Kemenag Provinsi terkait pelaksanaan PTMT di madrasah. Alhasil Senin (04/10/2021), MTsN 1 Kota langsung memulai PTMT yang dimana pelaksanaannya ditinjau langsung oleh Walikota Gorontalo Marten Taha beserta Kadis Dikbudpora beserta Kadis Pendidikan Kota.

Satgas Covid-19 MTsN 1 Kota Perketat Prokes Saat Masuk Pintu Madrasah

Imran Mole selaku sekretaris Satgas Covid-19 MTsN 1 Kota mengungkapkan diperketat protokol kesehatan salah satu kesiapan madrasah menyambut pelaksanaan PTMT. Prioritas yang diutamakan di MTsN 1 Kota adalah kesiapan guru yang telah divaksinasi untuk melaksanakan proses belajar mengajar tersebut sesuai aturan dalam SKB 4 Menteri dan Surat edaran Kakanwil Kemenag Gorontalo serta surat rekomendasi dari Kakankemenag Kota.

“Kami sebenarnya untuk PTMT ini sudah siap sejak peraturan SKB 4 Menteri yang dibagi per zona dan dengan aturan yang saat ini. Kami lebih mengutamakan kesiapan guru dengan vaksinasinya maka dengan itu kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk prioritaskan para guru dengan cara proaktif ke Puskesmas terdekat untuk menanyakan dan mendaftarkan diri melakukan vaksinasi,” ungkap Imran.

Dalam pelaksanaan PTMT ini, seluruh Civitas Akademik MTsN 1 Kota seperti guru piket hingga satuan pengamanan (Satpam), diberikan tugas untuk mengawasi secara penuh pelaksanannya. Hal tersebut untuk memastikan keselamatan, kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta upaya mengurangi dampak negatif pandemi terhadap psikologi perkembangan anak.

"Sesuai instruksi langsung dari Kakankemenag Kota, PTMT boleh dilaksanakan dan diberikan rekomendasi, namun kiranya seluruh Civitas Akademik Madrasah tidak boleh lengah. Olehnya sebagian guru, wali kelas hingga satpam telah kami siagakan di setiap kelas sementara sebagiannya lagi wali kelas dan untuk satpam lainnya langsung menunggu para siswa masuk di madrasah siap dengan alat pengukur suhu (thermogun) serta mewajibkan para siswa untuk terlebuh dahulu mencuci tangan dan menunjukkan kartu vaksin setelah itu baru bisa masuk di madrasah mengikuti PTMT," pungkasnya.